Penyebab ASI Keluar Sedikit

Wednesday, March 23rd, 2016 - Ibu Menyusui

Penyebab ASI Keluar Sedikit dan Kering Pasca Melahirkan РWaktu ingin hamil tentunya setiap pasangan melakukan berbagai macam cara untuk mewujudkannya. Dan pada saat proses persalinan  hal itu merupakan moment yang sangat membanggakan bagi setiap wanita. Apalagi ditambah dengan kehadiran buah hati yang menggemaskan kebahagiaan anda akan semakin lengkap. Namun tentunya banyak peranan ibu yang harus di penuhi untuk mencukupi kebutuhan si buah hati, hal yang pertama yaitu menyusui. ASI merupakan makanan terbaik untuk bayi bahkan memiliki kandungan yang sangat luar biasa yang tidak dimiliki oleh jenis makanan lainnya. ASI ekslusif menjadi makanan yang akan menunjang tumbuh kembang bayi serta meningkatkan imunitas bagi si buah hati. Namun sering kali ada hambatan bagi ibu untuk memberikan ASI ekslusif untuk bayi salah satunya karena ASI yang tidak keluar ataupun kering pasca melahirkan. Hal semacam ini menjadi sebab dari kepanikan para ibu.

Penyebab ASI keluar Sedikit Dan Kering Pasca Melahirkan

Penyebab ASI Keluar Sedikit dan Kering Pasca Melahirkan

Menurut riset sekitar 15% ibu menyusui mengalami masalah produksi ASI yang tidak lancar setelah 3 minggu pasca melahirkan sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan bayinya. Dan 4% dari ibu yang mengalami masalah ASI yang encer dan sedikit memiliki masalah kesehatan seperti mengalami pendarahaan saat persalinan, pernah melakukan operasi payudara, ataupun adanya gangguan hormonal. Banyak yang hal yang menyebabkan produksi ASI tidak tidak keluar. Jika hal ini terjadi tentunya anda dapat mengatasinya dengan mengubah gaya hidup sehat ataupun dengan mengkonsumsi obat pelancar ASI herbal dengan kandungan yang sangat aman bagi anda dan buah hati. Dan berikut beberapa penyebab ASI keluar sedikit atau berhenti setelah persalinan.

Gaya hidup yang tidak sehat
Gaya hidup ibu menyusui yang tidak sehat tentunya akan sangat berpengaruh terhadap produksi ASI sehingga kelenjar susu tidak menghasilkan produksi ASI dalam jumlah yang banyak. Asupan makanan yang kurang baik dan rendah akan nutrisi serta vitamin sangat memperparah produksi ASI dan menjadi penyebab ASI keluar sedikit dan mampet. Apalagi jika ibu menyusui mengkonsumsi alkohol dan merokok serta sering mengkonsumsi makanan atau minuman yang mengandung kafein tinggi. Hal tersebut akan sangat berpengaruh terhadap produksi ASI bahkan berat badan bayi pun akan menurun secara drastis. Pada saat proses menyusui tentunya asupan makanan bagi ibu menyusui akan sangat berpengaruh terhadap bayi karena bayi hanya mengkonsumsi ASI dari ibunya. ASI terbaik adalah ASI yang berasal dari ibu yang memiliki gaya hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan ibu menyusui yang syarat akan vitamin dan mineral. Dan di imbangi dengan rajin berolahraga.

Masalah anatomi pada bayi
Masalah ASI tidak keluar banyak juga tidak hanya disebabkan oleh kondisi ibunya saja. Bayi yang memiliki masalah anatomi tentunya akan sangat kesulitan dalam mendapatkan ASI. Masalah anatomi tersebut salah satunya yaitu pendeknya tali lidah ( tongue-tie ). Masalah anatomi tongue- tie ini menyebabkan mulut bayi susah untuk menempel pada puting susu. Hal tersebut menyebabkan bayi susah untuk menghisap ASI. Biasanya bayi yang memiliki masalah anatomi tongue-tie akan mengalami kenaikan berat badan yang tidak optimal dan hal yang sering dirasakan ibu yaitu lecet dibagian puting susu. Disarankan untuk mrmbawa bayi yang mempunyai masalah dengan anatomi tongue-tie ke dokter spesialis untuk mendapatkan penanganan khusus.

Alat Kontrasepsi
Mungkin kondisi setiap ibu akan berbeda-beda pada saat menggunakan alat kontrasepsi saat menyusui. Penggunaan pil KB untuk sebagian orang menyebabkan produksi ASI berkurang namun ada juga yang tidak merasakan dampak apapun. Penggunaan pil KB saat menyusui bisa saja menyebabkan produksi ASI berkurang dan tidak lancar hal ini terjadi jika ibu menyusui mengkonsumsi pil KB pada saat bayi berusia sebelum 4 bulan. Alat kontrasepsi hormonal yang mempengaruhi produksi ASI sebaiknya dihentikan terlebih dahulu. Dan disarankan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan alat kontrasepsi yang cocok yang tidak mengganggu produksi ASI.

Jadwal menyusui yang terlalu ketat
Payudara mampu memproduksi ASI secara terus-menerus. Hal ini terjadi secara alamiah jika produksi ASI kosong. Payudara dengan ASI yang penuh otomoatis produksi ASI akan menurun. Sayangnya banyak ibu yang menjadwalkan untuk memberikan ASI pada bayinya dan lebih memilih untuk mengalihkannya dengan menggunakan empeng. ASI yang tidak diberikan sesering mungkin menyebabkan produksi ASI berkurang dan menurun. Sebaiknya berikan ASI dengan sesering mungkin minimal 2 jam sekali pada siang hari atau setiap kali bayi meminta. Hal ini dilakukan agar payudara yang cepat kosong akan secara otomatis memberikan sinyal pada tubuh untuk memproduksi ASI kembali.

Bayi tidak diberikan ASI di malam hari
Banyak ibu yang tidak tahu bahwa memberikan ASI di malam hari merupakan hal yang sangat penting. Kandungan proklatin atau hormon yang untuk memproduksi ASI produktifitasnya sangat tinggi pada malam hari. Jika kandungan hormon tersebut menurun tentunya produksi ASI pun akan menurun. Bayi yang tidak diberikan ASI pada malam hari menyebabkan penambahan berat badan yang tidak optimal. Jangan biarkan bayi tidur di malam hari tanpa diberikan ASI secara teratur berikan ASI minimal 4 jam sekali pada malam hari.

Penurunan badan yang drastis
Ibu menyusui yang ingin menurunkan berat badannya setelah malahirkan ada baiknya melakukannya secara bertahap. Penurunan berat badan yang terlalu signifikan akan menyebabkan produksi ASI berkurang. Jika anda ingin menurunkan berat badan pada saat menyusui lakukan olahraga dengan teratur dengan mengurangi berat badan setiap minggunya 1/2 kg atau 2 kg/per bulan. Hal ini tidak menyebabkan produksi ASI menurun. Serta konsumsi 1800 kalori/per harinya agar produksi ASI tidak terganggu.

Bayi diberikan makanan lain
Bayi yang diberikan makanan lain seperti MPASI sebelum berumur 6 bulan mengakibatkan menurunnya keinginan bayi untuk menyusu kepada ibunya. Hal ini dikarenakan bayi merasa sudah kenyang dengan makanan tersebut sehingga bayi hanya menyusu dengan frekuensi waktu yang singkat. Akibat dari itu maka produksi ASI akan menurun.

Adapun hal lain penyebab ASI keluar sedikit yaitu mengkonsumsi obat-obatan tertentu, menyusui bayi hanya dengan satu payudara, kehamilan, anemia, berhenti menyusui sebelum bayi selesai menyusu.

Itulah beberapa penyebab ASI keluar sedikit ataupun tidak lancar pada saat menyusui pasca melahirkan. Semoga bermanfaat untuk anda dan salam sehat dari kami akuhamil.c0m,-

Baca juga:

Inisiasi Menyusui Dini

Penyebab ASI Keluar Sedikit | Admin | 4.5