7 Tanda Bahaya Kehamilan Muda

Monday, November 23rd, 2015 - Ibu Hamil, Kehamilan

7 Tanda Bahaya Kehamilan Dini Trisemester Awal – Tanda bahaya kehamilan memang selalu terdeteksi saat kehamilan sudah menginjak usia tua. Kurang sensitifnya para ibu hamil akan tanda-tanda bahaya kehamilan trisemester awal memang menjadi hal yang kurang diperhatikan. Padahal jika terdeteksi sedini mungkin resiko ciri-ciri bahaya hamil mampu ditangani sesegera mungkin. Menurut hasil Riset Kesehatan Dasar Nasional tahun 2010,  44 % saja ibu hamil yang mengetahui akan tanda bahaya mengandung. Padahal ini akan sangat berpengaruh pada keselamatan ibu dan janin. Anjuran saat hamil muda untuk memeriksakan diri ke dokter kandungan, bidan ,puskesmas, ataupun fasilitas kesehatan yang lainnya sangat direkomendasikan para ahli itu salah satu upaya pencegahan terjadinya sesustu pada kehamilan anda. Tentunya dengan rutin memeriksakan kandungan anda minimal empat kali pada trisemester 1 dan 2. Mungkin anda akan bertanya-tanya apa  saja gejala kehamilan yang akan terjadi pada trisemester awal. Untuk menambah pengetahuan ibu hamil akan gejala awal tanda bahaya kehamilan yang harus diwaspadai, berikut akuhamil.com memposting informasi 7 tanda bahaya kehamilan dini saat hamil muda semoga bisa bermanfaat bagi anda.

Tanda Bahaya Kehamilan Trisemester Awal

Tanda Bahaya Kehamilan Trisemester Awal

Kenali tanda bahaya kehamilan trisemeter awal yang wajib diketahui

Ada beberapa gejala bahaya kehamilan yang harus anda perhatikan selama trisemester 1,2,dan 3. Berikut adalah 7 tanda bahaya kehamilan muda yang harus diwaspadai.

1. Perdarahan

Perdarahan yang terjadi pada saat kehamilan atau bercak darah yang keluar dari vagina pasti tidak akan serupa dengan pendarahan menstruasi. Apabila anda mengalami pendarahan berat dan disertai dengan sakit perut yang parah dibagian bawah. Sakit perut yang dirasakan seperti saat menstruasi, kram atau anda merasa seperti mau pingsan pada trimester awal. Itu bisa jadi tanda kehamilan ektopik atau keguguran. Menurut Peter Bernstein , MD , profesor ob – gyn di New York Albert Einstein College of Medicine & Montefiore Medical Center ” Kehamilan ektopik adalah kehamilan yg berlangsung disaat telur dibuahi implan di lokasi luar rahim, hal ini sudah termasuk kategori bahaya yang dapat mengancam keselamatan anda.” Pendarahan yang disertai kram mampu menjadi gejala bahaya kehamilan miscarriagein perdana atau awal trimester ke-2. Namun sebaliknya jika perdarahan disertai dengan nyeri perut pada trimester ke-3 ini bisa jadi menunjukkan solusio plasenta, yang berjalan disaat plasenta terlepas dari dinding rahim. Pakar kesehatan wanita Donnica Moore, MD, mengemukakan ” pendarahan senantiasa serius, pendarahan sewaktu kehamilan membutuhkan perhatian yang lebih.” Untuk penanganan tanda bahaya kehamilan tersebut anda bisa langsung mendatangi dokter atau langsung ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan khusus gawat darurat. Biasanya dokter akan melakukan USG, dan pemeriksaan darah, juga beberapa pemeriksaan lainnya. Memang anda harus jeli jika anda mengalami pendarahan yang disertai kram pada perut anda, tentunya itu akan sangat membantu untuk penanganan yang lebih dini.

2. Mual dan Muntah yang Parah atau Hiperemesis Gravidarum

Mual dan muntah yang parah juga sering disebut dengan Hiperemesis Gravidarum. Mual dan muntah merupakan hal yang umum terjadi pada wanita hamil. Bahkan mual dan muntah merupakan gejala awal kehamilan yang mudah terdeteksi. Namun ibu hamil muda patut mewaspadai jika mual dan muntah terjadi dengan sangat parah dan serius dengan intensitas yang tinggi. Frekuensi mual dan muntah yang berlebihan bisa terjadi sampai dengan 10 minggu. Hal ini terjadi karena hormon estrogen di dalam tubuh meningkat dengan penyesuain terhadap pembuahan yang terjadi. Bernstein mengatakan ” jika anda tidak mampu makan atau minum, maka anda akan mengalami dehidrasi, penurunan berat badan, pusing, dan ketidakseimbangan cairan elektrolit.” Kekurangan gizi dan dehidrasi akan membahayakan bayi anda. Cara mengatasi mual dan muntah saat hamil muda trisemester awal anda bisa melakukan hal-hal berikut istirahat yang cukup dengan menghindari makanan yang berbau menyengat, pola makan yang teratur dengan metode makan sedikit namun dengan frekuensi sering. Anda juga bisa memanfaatkan jahe untuk meminimalisir rasa mual yang alami itu untuk pencegahan awal tanda bahaya kehamilan. Namun jika mual dan muntah semakin parah dan anda mengalami penurunan cairan selama 12 jam, anda bisa langsung mendatangi dokter untuk mendapatkan penanganan yang lebih intensif. Biasanya dokter akan menyarankan meminum obat pereda mual dan muntah atau mengubah pola diet ibu hamil dan bisa juga anda harus di rawat inap untuk mnyembuhkan dehidrasi.

3. Penurunan gerakan bayi yang signifikan 

Bayi akan mulai bergerak aktif pada usia kehamilan 5 hingga 6 bulan. Namun bagaimana jika terjadi penurunan bayi yang signifikan? Tips tanda kehamilan dalam bahaya untuk mengontrol gerakan bayi apakah bermasalah atau tidak bisa dilakukan oleh ibu hamil muda yaitu anda minum sesuatu yg dingin atau makan sesuatu, setelah Itu berbaringlah dan rasakan apakah hal tersebut mampu mendapatkan respon gerakan bayi menerut Bernstein. Dengan menghitung tendangan pula mampu membantu anda mengontrol perkembangan gerakan bayi. Menurut Nicole Ruddock, MD, asisten profesor kedokteran ibu dan janin di University of Texas Medical School di Houston ” tidak ada jumlah optimal atau kritis kegiatan tetapi rata rata anda harus memastikan dasar umum dan mempunyai persepsi subjektif untuk memastikan apakah bayi anda bergerak lebih atau kurang.” Juga sebagai aturan umum anda bisa berpatok menghitung 10 atau lebih tendangan dalam dua jam. Jika yang dirasakan kurang dari 10 cara mengatasi tanda bahaya kehamilan akan penurunan gerakan bayi, sesegera mungkin anda langsung mendatangi dokter. Bernstein menyampaikan ” hubungi dokter secepat mungkin dan dokter anda mempunyai peralatan khusus untuk pemantauan yg akan diperlukan guna memastikan apakah bayi bergerak dan tumbuh secara tepat dan akurat.”

4. Kontraksi awal di trimester ke-3

Kontraksi bisa juga menjadi tanda persalinan prematur jika terjadi pada awal trisemster 3. ” Tapi tidak sedikit ibu hamil muda yang baru mengalami kehamilan akan membingungkan tenaga kerja yg benar dan persalinan palsu,” kata Ruddock. Kontraksi persalinan palsu dinamakan kontraksi Braxton-Hicks. Hal ini memang terjadi tidak terduga, non-berirama, dan intensitas yang tidak meningkat. “Hal ini akan mereda dalam satu jam atau bersama hidrasi,” kata Ruddock. Tapi kontraksi rutin sekitar 10 menit atau kurang dan dengan intensitas yang meningkat itu bisa saja anda mengalami kontraksi awal yang benar. Jika anda berada pada trimester ke-3 dan anda akan berpikir mengalami kontraksi tersebut, sesegera mungkin anda harus mendatangi dokter. Dokter anda kemungkinan mampu menghentikan persalinan jika dilihat terlalu dini untuk bayi yang akan lahir.

5. Pecah ketuban

Buang air kecil yang tidak terduga. Ruddock mengemukakan ” air ketuban anda mampu pecah, tapi selama kehamilan rahim yang membesar mampu menyebabkan tekanan terhadap kandung kemih anda. Maka dapat terjadi  kebocoran urine. Untuk memastikan apakah itu cairan ketuban pecah anda bisa melakukan hal berikut buang air kecil lah dan Jika cairan masih tetap terus mengalir kemungkinan anda mengalami pecah ketuban untuk antisipasi tanda awal bahaya kehamilan anda bisa langsung datang ke dokter untuk mendapatkan penanganan khusus atau rumah sakit terdekat. Karena jika tealt ditangani akan terjadi infeksi yang akan membayakan ibu dan janinnya.

6. Anda mengalami sakit kepala persisten berat , perut sakit , kendala visual, dan pembengkakan saat Trimester Ke-3

Gejala-gejala tersebut mampu menjadi tanda preeklamsia. Merupakan sebuah keadaan serius yg berkembang saat kehamilan dan berpotensi fatal. Gejala ini ditandai bersama tekanan darah tinggi dan kelebihan protein dalam urin anda yang biasanya berlangsung jika menginjak minggu ke-20 kehamilan. Ini mungkin tidak terjadi pada sebagian besar kehamilan. Biasanya efek dari sakit kepala yang hebat adalah penglihatan yang kabur dan berbayang. Tapi kehamilan bisa menjadi kesempatan untuk mengembangkan bekuan darah. Bekuan darah di betis dapat menyebabkan rasa sakit atau bengkak dan dapat menghasilkan gumpalan darah ke paru-paru yang bisa berakibat fatal. Juga bekuan darah di otak dapat digembar-gemborkan oleh sakit kepala parah. Ada kemungkinan penyebab lain dari sakit kepala yang buruk selama kehamilan. Cara mengatasi keluhan tanda bahaya kehamilan tersebut dengan menghubungi dokter dan konsultasikan jika anda mempunyai riwayat penggumpalan darah. Dokter akan memeriksa tekanan darah anda. Bernstein mengatakan ” perawatan prenatal yg baik bakal mempermudah menangkap preeklamsia dini. “

7. Gejala Flu

Para ahli menyampaikan hal ini mutlak atau wajib bagi perempuan hamil untuk memperoleh vaksin flu dikarenakan perempuan hamil lebih rentan untuk mengalami sakit dan mempunyai komplikasi serius dari flu jika dibandingkan dengan perempuan lain selama masa flu. Menurut Bernstein apabila anda terkena flu , ” jangan sampai terburu-buru pergi ke rumah sakit atau dokter di mana kemungkinan anda bisa menjadi menyebarkan ke ibu hamil yang lain  lebih baik hubungi dokter anda terlebih dahulu.”

Itulah informasi tanda bahaya dalam kehamilan yang wajib anda ketahui, dan semoga bisa menambah pengetahuan untuk ibu hamil muda khususnya dalam mengenali tanda-tanda bahaya awal kehamilan guna keselamatan ibu dan janin.

7 Tanda Bahaya Kehamilan Muda | Admin | 4.5